travel juanda malang

5 Candi di Malang yang kaya Mitos Sejarah dan Wajib di Kunjungi

Travel Juanda Malang – Kota Malang di Provinsi Jawa Timur merupakan Kota Indah sejuta tempat wisata yang sering NayFa bilang adalah Surganya tempat wisata, wajar sih bila NayFa memberikan julukan seperti itu karena di Kota Malang sendiri terdapat banyak sekali tempat-tempat wisata yang sangat bagus dan instagramable, yang dikategorikan secara berbeda beda seperti Wisata Alam, Wisata Buatan, Wisata Modern, Wisata Sejarah, Wisata Edukasi, hingga Wisata Kulinernya, dan bicara soal wisata alam di kota malang ini terdapat banyak sekali mulai dari pantai, gunung, hingga coban. nah jika kalian ingin pergi ke kota malang caranya sangat mudah, kalian bisa menggunakan pesawat dan turun di bandara juanda dan dilanjut kan menggunakan Travel Juanda Malang Murah.

Kota Malang tidak hanya terkenal karena wisata alamnya, tetapi juga terkenal oleh masyarakat karena Wisata Sejarahnya juga. Kota ini juga merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Singosari pada zaman dahulu kerajaan tersebut masih berdiri, ternyata kota ini banyak menyimpan peninggalan sejarah dalam bentuk Fisik. Salah satu contoh dari wujud fisik peninggalan sejarah kerajaan tersebut adalah berupa candi. Candi merupakan suatu bangunan kuno yang dibuat dengan cara menumpuk dan menyusun batu. nah dimana dan apa saja candi-candi dimalang, yuk simak apa saja 5 Candi di Malang yang kaya Mitos Sejarah dan Wajib di Kunjungi.

1. Candi Singasari

candi singosari

Candi Singasari terletak di Desa Candi Renggo, Kec. Singosari, Kab. Malang, jaraknya sekitar 9 Km dari kota Malang. Candi ini juga dikenal sebagai nama Candi Cungkup atau Candi Menara, nama yang menunjukkan bahwa Candi Singasari adalah candi yang tertinggi saat masanya, setidaknya dibandingkan dengan candi lain di berada di malang. Akan tetapi, saat ini di kawasan Singasari hanya candi Singasari inilah yang masih tersisa, sedangkan candi lainnya telah lenyap tak berbekas termakan oleh waktu. Sejarah Kerajaan Singasari ini dimulai tentang legenda keris buatan Mpu Gandring yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Jawa Timur terutama kota malang. Menurut legenda tersebut, Ken Arok adalah anak hasil hubungan gelap seorang wanita bernama Ken Endog, dengan seorang Batara Brahma. Tak lama setelah dilahirkan, bayi Ken Arok dibuang oleh ibunya di sebuah kuburan, kemudian ditemukan dan dibawa pulang oleh seorang yang ahli dalam mencuri. Dari ayah angkatnya inilah Ken Arok belajar tentang segala hal seperti siasat dan taktik perjudian, pencurian dan perampokan. Setelah dewasa ia terkenal sebagai perampok yang sangat ditakuti di daerah Tumapel. Dan suatu hari Ken Arok berkenalan dengan seorang brahmana yaitu Lohgawe yang menasihatinya agar meninggalkan dunianya yang sekarang ia lakukan. Atas dorongan Lohgawe, Ken Arok berhenti menjadi perampok dan melanjutkan mengabdikan diri sebagai prajurit Tumapel.

Ken Arok kemudian memesan sebuah keris kepada seorang Mpu bernama Mpu Gandring. Untuk membuatkannya sebuah keris yang dapat diandalkan kesaktiannya, diperlukan waktu yang cukup lama untuk menempa, membentuk dan menjalankan ritual yang diperlukan. Karena keris yang dipesan tak kunjung selesai, Ken Arok menjadi sangat murka. Ia mengambil keris yang belum selesai tersebut lalu menikamkannya ke tubuh mpu gandring. Menjelang ajalnya, Mpu Gandring mengutuk bahwa Ken Arok pun akan mati di ujung keris yang sama dan keris itu akan memakan korban tujuh nyawa.

Ken Arok memiliki dua putra dalam keturunannya, dari Ken Dedes namanya Mahisa Wongateleng, dari istri kedua namanya Ken Umang, dan seorang putra lagi anak tiri dari ken arok bernama Tohjaya. Tak disangka, kutukan Mpu Gandring akhirnya mulai terbukti, keris yang sudah dibuatnya merenggut banyak korban hingga mati. Ken Arok yang sudah berjaya dan telah menjadi puncaknya terbunuh di tangan anak angkatnya Anusapati, setelah anusapatilah yang kemudian menerima gelar raja pengganti, dengan keris yang sama pula, Anusapati ditikam oleh Tohjaya, Tohjaya pun memimpin Singosari dan memerintah daerahnya namun, dia dibunuh oleh Ranggawuni yaitu anak dari Anusapati, dengan teganya sungguh keris Mpu Gandring tak berhenti membuktikan kekuatan kutukannya, Kemudian ranggawuni menjadi raja yang memiliki gelar Sri Jaya Wisnuwardhana, setelah tutup usia, Ranggawuni digantikan oleh anaknya yaitu Kertanegara, Sayangnya, Kertanegara menjadi raja terakhir dalam cerita Singosari yang telah ditumbangkan Kediri, kerajaan yang dulu pernah ditaklukan singosari.

2. Candi Jago

candi jago

Candi Jago terletak di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kec. Tumpang, Kab. Malang, tepatnya sekitar 22 km ke arah timur dari Kota Malang. Karena lokasinya berada di Desa Tumpang, candi ini sering juga disebut dengan nama Candi Tumpang. Penduduk setempat menyebut candi jago dengan nama Cungkup. Menurut kitab Negarakertagama dan juga Pararaton, nama candi jago ini yang sebenarnya adalah Jajaghu. di dalam pupuh 41 gatra ke-4 Negarakertagama dijelaskan bahwa Raja Wisnuwardhana yang memerintah Kerajaan Singasari pada saat itu menganut aliran agama Syiwa Buddha, yaitu sebuah aliran keagamaan yang merupakan perpaduan antara agama Hindu dan agama Buddha. Aliran perpaduan agama ini terus berkembang selama masa pemerintahan dari Kerajaan Singasari, sebuah kerajaan yang letaknya sekitar 20 km dari Candi Jago. Jajaghu, yang artinya adalah ‘keagungan’, merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut sebuah tempat suci seperti candi jago.

Bagian atas candi tersebut hanya tersisa setengahnya saja, karena dari penuturan atau perkataan masayarakat sekitar, bagian atas candi yang rusak diakibatkan karena terkena ledakan dari petir. Candi ini juga mempunyai relief Pancatantra dan juga kunjarakarana, Pancatantra merupakan relief yang menceritakan seorang brahmana yang sedang mengajarkan tentang kehidupan dan kebijaksanaan dunia kepada pangeran yang tidak bisa mendengar, Sedangkan Kunjakarana sendiri merupakan relief yang menceritakan seorang raksasa yang taat terhadap ajaran agama Budha yang ingin bereinkarnasi agar dia terlahir kembali sebagai manusia yang memiliki paras yang sangat baik.

Info Travel : Travel Malang JuandaTravel Juanda MalangTravel Malang SurabayaTravel Surabaya Malang.

3. Candi Badut

candi badut

Candi Badut ditemukan oleh ahli arkeologi pada tahun 1923. Candi yang disebut juga dengan nama Candi Liswa ini berjarak sekitar 5 km dari pusat kota Malang, lebih tepatnya di Desa Karang besuki, Kec. Dau, Kab. Malang, provinsi Jawa Timur. Candi Badut juga di duga dibangun jauh sebelum masa pemerintahan oleh Airlangga, yaitu masa dimulainya pembangunan seluruh candi-candi lain di daerah Jawa Timur, dan juga candi badut di duga merupakan candi tertua di daerah Jawa Timur. Sebagian ahli arkeologi berpendapat bahwa Candi Badut dibangun atas perintah Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan. Dalam Prasasti Dinoyo, yang ditemukan di Desa Merjosari, Kota Malang, sudah dijelaskan bahwa pusat Kerajaan Kanjuruhan berada di daerah Dinoyo.

Prasasti Dinoyo itu sendiri saat ini tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Tulisan dalam prasasti tersebut menceritakan tentang masa pemerintahan dari Raja Dewasimba dan putranya, Sang Liswa, yang merupakan masa keemasan atau puncak kejayaan dari Kerajaan Kanjuruhan. Kedua raja tersebut sangat adil dan bijaksana serta dicintai oleh rakyatnya. Konon Sang Liswa yang memiliki gelar Raja Gajayana yang sangat senang melucu atau melawak sehingga candi yang dibangun atas perintahnya dinamakan Candi Badut. Walaupun terdapat dugaan semacam itu, sampai saat ini belum ditemukan bukti kuat tentang keterkaitan Candi Badut dengan Raja Gajayana.

4. Candi Kidal

candi kidal

Candi Kidal ini berada di Desa Rejokidal, Kec. Tumpang, Kab. Malang, jaraknya sekitar 20 km ke arah timur dari pusat kota Malang. Candi ini juga dapat dikatakan sebagai candi pemujaan yang paling tua yang berada di Jawa Timur, karena saat pemerintahan Airlangga dari Kerajaan Kahuripan dan juga saat raja-raja Kerajaan Kediri saat itu hanya meninggalkan sebuah Candi Belahan dan Jalatunda yang merupakan petirtaan atau sebagai pemandian.

Candi Kidal dibangun pada tahun 1248 M, saat setelah upacara pemakaman ‘Cradha’ untuk Raja Anusapati dari Kerajaan Singasari saat itu. Tujuan pembangunan candi ini adalah untuk menghormati kematian dari Raja Anusapati, agar sang raja dapat mendapat kemuliaan sebagai sang Syiwa Mahadewa. Dibangun pada saat masa perpindahan dari zaman keemasan pemerintahan kerajaan-kerajaan Jawa Tengah menuju ke kerajaan-kerajaan Jawa Timur. di Candi Kidal ini kita dapat menemui perpaduan corak candi Jawa Tengah dan candi Jawa Timur. Sebagian ahli bahkan menyebut Candi Kidal sebagai prototipe candi Jawa Timuran.

Pesan Sekarang Travel Juanda Malang

5. Candi Sumberawan

candi sumberawan

Candi Sumberawan berjarak sekitar 6 km dari Candi Singosari yang berada di Tumpang.  Letak dari candi ini berada di pinggir hutan pinus yang berada di lereng Gunung Arjuna, berada di antara kolam. Sumberawan merupakan satu-satunya candi yang memiliki bentuk seperti stupa di Jawa Timur. Di depan pagar lokasi candi tersebut terdapat tanda dua nama, yaitu Candi Sumberawan dan Stupa Sumberawan yang tertulis di tanda tersebut. Stupa ini tingginya sekitar 2,23 m dan terletak di Desa Toyomarto, Kec Singosari, malang.

Candi Sumberawan tidak lepas dari pengawasan kerajaan Majapahit, khususnya di era kepemimpinan dari Hayam Wuruk. Berdasarkan kitab Negarakertagama, Candi Sumberawan dibangun pada abad 14 – 15 M. Dahulu, lokasi Candi Sumberawan pernah dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk ketika melakukan perjalanan keliling wilayahnya pada 1359 M. Saat itu Hayam Wuruk lalu menemukan beberapa sumber mata air yang memiliki aura yang sangat tinggi. Lokasi itu lah lalu dibangun Kasurangganan atau padepokan.

Candi ini ditemukan pertama kali pada tahun 1904. Saat ditemukannya, stupa candi sudah tidak ada. Selanjutnya, pada tahun 1935, dilakukan penelitian oleh Dinas Purbakala Hindia – Belanda. Selanjutnya dilakukan pemugaran pada bagian kaki candi pada tahun 1937, tapi tidak bisa diselesaikan karena ada beberapa bagian candi yang hilang. Lalu, Candi Sumberawan direkonstruksi secara darurat.

Itu lah 5 Candi di Malang yang kaya Mitos Sejarah dan Wajib di Kunjungi, bagaimana apa traveller sudah menentukan ingin pergi ke candi mana dulu?, Jangan terlalu lama berpikir dong langsung saja karena hanya di NayFa Trans yang sudah memiliki layanan terlengkap 24 jam Nonstop dan Harga Terjangkau di Malang, tentunya sudah terpercaya karena sudah melayani ribuan pelanggan selama 5 tahun lebih dan semua pelanggan kami puas akan pelayanan yang diberikan oleh NayFa. hubungi kami -> NayFa Trans

Layanan Lainnya :

Baca Juga : 5 Tempat Wisata di Malang yang Ramai dikunjungi Saat Musim Liburan Tiba

Travel Surabaya Malang Travel Surabaya Malang Travel Surabaya Malang